Review Anime Otonari no Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame Ningen ni Sareteita Ken (The Angel Next Door Spoils Me Rotten)
Halo guys, kenalin
nama aku matcha. Disini aku mau mereview serial anime yang berjudul Otonari
no Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame Ningen ni Sareteita Ken. Disclaimer, penilaian ini merupakan penilaian
subjektif yang berasal dari pandangan ku sendiri setelah aku menonton anime ini.
Aku bukan seorang expert di bidang animasi, jadi aku hanya akan memberikan
penilaian berdasarkan pendapatku pribadi dan tidak ada maksud apapun.
Sebuah anime garapan studio Project No.9 yang tayang pada
musim dingin 2023 (Januari 2023 – Maret 2023) dengan judul Otonari no
Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame Ningen ni Sareteita Ken ini memiliki total 12
episode dengan 1 episodenya berdurasi 23 menit. Anime ini memiliki genre
romance, comedy dan school life yang ringan dan cocok untuk di tonton pada saat
kamu ingin healing sejenak dari
aktivitas yang melelahkan.
Semenjak
perilisannya, anime ini sanggup membuat para jomblowan dan jomblowati merasa
iri dengan manisnya hubungan main character dengan heroine nya. Bercerita
tentang seorang anak SMA yang bernama Fujimiya Amane yang memiliki sifat
tertutup dan berkesan suram. Amane bukan seseorang yang populer dan cenderung
memiliki teman yang sedikit. Dia tinggal sendirian di apartemennya, terpisah
dengan kedua orang tuanya. Di sekolah Amane, terdapat seorang siswi yang sangat
sempurna seperti seorang malaikat dan dia sangat terkenal di sekolahnya. Dia
memiliki paras yang cantik dan manis, pintar dalam segala hal baik itu dalam pelajaran,
olahraga, dan memasak. Serta memiliki sifat yang baik hati. Siswi itu bernama
Shiina Mahiru atau Mahiru.
Pada
awalnya Amane dan Mahiru tidak dekat, bahkan bisa dibilang mereka tidak saling
mengenal. Hubungan ini bermula pada saat Amane melihat Mahiru tengah menangis
sendirian di tengah derasnya hujan. Amane yang tadinya tidak ingin ikut campur,
mendadak berubah pikiran dan memutuskan untuk menghampiri Mahiru dan
menawarkannya payung agar Mahiru dapat memakainya, dan dia sendiri pulang
dengan menerabas hujan deras.
Karena
Amane pulang dalam keadaan basah kuyup, keesokan harinya Amane merasa tidak
enak badan, akan tetapi dia tetap masuk sekolah. Pada saat pulang, Amane yang
sudah merasa sempoyongan akibat sakit, tiba-tiba bertemu dengan Mahiru yang sedang
berdiri di depan pintu apartemennya sambil memegang payung miliknya yang akan
dia kembalikan. Mahiru yang melihat kondisi mengenaskan Amane akhirnya membantu
Amane untuk masuk ke dalam apartemennya dan merawat Amane. Selain itu, Mahiru
juga merasa bersalah karena merasa bahwa Amane sakit lantaran meminjami nya
payung di hari sebelumnya dan membiarkan dirinya pulang ditengah derasnya hujan
sehingga memutuskan untuk membantu membersihkan apartemen Amane dan memasakkan
makanan yang bergizi untuk Amane.
Berbagai
interaksi manis terjadi di antara keduanya. Bagaimana uwu nya ketika mereka
saling memanjakan, dan sama-sama menjadi support
system untuk masing-masing personal. Akan tetapi, konflik pada anime ini
kurang “greget” dan cenderung datar. Hanya ada sekilas konflik dimana Mahiru
mulai berani terang-terangan menunjukkan kepada teman-teman sekolahnya bahwa
dia menyukai Amane dan membuat Amane sempat di-bully oleh teman-teman nya terutama anak laki-laki. Selain itu juga
ternyata terdapat teman-teman perempuan yang di depan seperti menyukai Mahiru
akan tetapi ketika di belakang mereka membicarakan kejelekan Mahiru. Kedua
konflik tersebut kurang di gambarkan secara detail di anime ini sehingga
cenderung hanya diperlihatkan di permukaannya saja. Padahal jika konflik ini
dijabarkan lebih panjang lagi dan mendapatkan jalan ceritanya, mungkin akan
lebih menantang dan tidak hanya terkesan menyajikan adegan bucin-bucin saja.
Terlebih lagi, mungkin jika ditambahkan konflik Mahiru dan keluarganya sebagai side story akan menambah drama yang terjadi
di anime ini. Akan tetapi karena memang genre
yang di buat bukanlah drama, wajar saja jika anime ini kebanyakan hanya
menyajikan ke-uwuan hubungan di antara keduanya. Keseluruhan dari alur cerita
anime ini mendapatkan skor 7/10.
Konflik keluarga Mahiru dan konflik ketika
Amane di-bully oleh teman-temannya
Selain dua
karakter utama dalam anime Otonari no Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame
Ningen ni Sareteita Ken, terdapat beberapa karakter lain yang berperan sebagai support yakni Shirakawa Chitose, Akazawa
Itsuki, dan Kadowaki Yuuta yang berperan sebagai teman Amane dan Mahiru.
Shirakawa
Chitose (Chitose) digambarkan sebagai sosok gadis yang ceria, penuh semangat
dan juga suka menjahili Amane. Chitose berkenalan dengan Mahiru melalui Amane. Sifat
easy going yang dimiliki Chitose
membuat Mahiru tidak sulit untuk menerima kehadirannya sebagai teman. Selain
itu, hadirnya Chitose di lingkup pertemanan Mahiru juga dapat membuat Mahiru
semakin membuka diri dalam pergaulan.
Akazawa
Itsuki atau biasa dipanggil Itsuki merupakan teman dekat Amane. Memiliki sifat
yang tidak jauh berbeda dengan Chitose. Di kelas, Amane dikenal hanya senang
berbicara dengan Itsuki karena Itsuki sering kali datang untuk mendekati Amane
sekedar untuk mengajaknya mengobrol atau pulang bersama. Selain itu Itsuki dan
Chitose merupakan sepasang kekasih yang sangat bucin. Karena lingkup pertemanan
Itsuki juga berada di sekitar Amane dan Chitose, hal itu lah yang juga membuat
Itsuki bisa dekat dengan Mahiru.
Kadowaki
Yuuta merupakan murid terkenal di sekolah Amane. Dia sangat digemari oleh
murid-murid perempuan di sekolah Amane karena parasnya yang tampan dan sifatnya
yang baik. Yuuta yang tadinya tidak dekat dengan Amane, mendadak jadi mendekati
Amane ketika tahu bahwa Amane pernah berinteraksi dengan Mahiru. Akan tetapi di
anime ini tidak digambarkan secara jelas, peran apakah yang dimiliki oleh
Yuuta. Apakah motifnya mendekati Amane, apakah memang hanya ingin berteman atau
memiliki maksud lebih dari itu, sehingga menurutku sosok Yuuta ini masih
abu-abu sifatnya.
Selain
ketiga karakter yang menjadi teman Amane dan Mahiru, terdapat peran orang tua dari
keduanya. Fujimiya Shihoko & Fujimiya Shuuto sebagai ayah dan ibu Amane yang
memiliki sifat penyayang dan menunjukkan bahwa mereka adalah sosok orang tua
yang harmonis dan Shiina Sayo sebagai ibu dari Mahiru dengan karakternya yang
tegas dan menjadi sosok yang berperan di dalam konflik keluarga Mahiru.
Dari segi
grafik, anime ini menurutku tidak memiliki sesuatu yang spesial selain Mahiru
yang di gambarkan sebagai sosok yang benar-benar imut dengan wajahnya yang
kecil dan matanya yang sedikit sayu. Selain itu semuanya biasa saja akan tetapi
tetap tidak mengurangi kenyamanan ketika menonton. Aku pribadi cenderung enjoy
dalam menontonnya sehingga aku memberi anime ini skor 7/10.
Dari segi
opening dan ending song, opening dari anime ini dinyanyikan oleh
Masayoshi
Ooishi dengan judul Gift. Jujur ketika menonton anime ini, aku cuma dengerin sekali openingnya
karena nadanya yang kurang cocok di telingaku. Akan tetapi bukan berarti
openingnya tidak bagus, mungkin memang bukan seleraku saja.
Opening : Masayoshi Ooishi - Gift
Untuk endingnya,
terdapat 4 ending song yakni Masayoshi Ooishi dengan judul Gift, dan
sisanya dinyanyikan oleh seiyuu dari
Mahiru yakni Iwami Manaka dengan judul Chiisana Koi no Uta, Ai Uta dan
Kimi ni Todoke. Chiisana Koi no Uta merupakan lagu populer yang secara
original di nyanyikan oleh sebuah band rock jepang bernama MONGOL800 yang
dirilis pada tahun 2001, Ai Uta merupakan lagu yang dinyanyikan oleh grup band
bernama Greeeen yang dirilis pada tahun 2007, dan Kimi ni Todoke merupakan lagu
yang dinyanyikan oleh Flumpool yang dirilis pada tahun 2015.
Ending song by Iwami Manaka :
- Ai Uta :
Sudah banyak yang menyanyikan ulang ketiga lagu ini termasuk salah satunya di nyanyikan oleh Iwami Manaka dan dijadikan salah satu ending song pada anime ini saking terkenalnya lagu tersebut. Suara Iwami Manaka yang lembut dan menggemaskan menurutku sangat cocok untuk menyanyikan ketiga lagu ini. Dari keseluruhan penilaian untuk opening aku memberi skor 6,5/10 dan untuk ending song aku memberi skor 8/10 dimana aku sangat menyukai suara Manaka ketika menyanyikan Chiisana Koi no Uta dan Ai Uta yang merupakan lagu favoritku dan menjadi poin plus bagi ku.
Dari ketiga aspek diatas, keseluruhan rating dari anime Otonari no Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame Ningen ni Sareteita Ken ini adalah 7/10. Anime ini sangat bagus untuk ditonton terutama bagi kamu yang menyukai anime dengan hubungan yang sangat manis dan juga menurutku Shiina Mahiru juga cocok apabila di nobatkan sebagai Best Waifu untuk anime musim Winter 2023 dengan segala kesempurnaan yang dimiliki. Segitu dulu dari aku, makasih banyak buat kalian yang udah baca review ini ^^


Komentar
Posting Komentar