Review Film A Man Called Otto (2022) : Menemukan Kembali Makna Hidup dan Cinta

Sebuah film yang menceritakan tentang, bagaimana kita harus selalu menghargai hidup dan menghargai orang-orang di sekitar kita, tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan jangan lupa untuk selalu tersenyum ketika menghadapi hari. Film ini merupakan film bertema kehidupan yang aku tonton disaat aku pada saat itu juga sedang pusing menghadapi urusan duniawi 😂 Tidak seperti film Kapan Pindah Rumah yang sebelum ini aku review, karena Kapan Pindah Rumah merupakan film yang bertemakan tentang keluarga, A Man Called Otto ini lebih kepada film yang menceritakan sosok kakek yang kehilangan cintanya yang membuat hidupnya menjadi runtuh dan tidak berwarna. Sedih banget deh pokoknya 😢
Trailer Film A Man Called Otto
Otto - Seorang Pria Penggerutu
Seorang pria paruh baya bernama Otto dikenal sebagai sosok yang penggerutu dan suka marah-marah. Beliau ini merupakan pensiunan pekerja di sebuah pabrik, yang ketika beliau pensiun saja dirayakan oleh karyawan-karyawan di pabrik tersebut. Otto ini tinggal di sebuah cluster kecil dan memiliki kebiasaan "ronda pagi" mengitari cluster tempatnya tinggal. Bukan tanpa alasan dia melakukan hal itu, melainkan dia ingin menertibkan warga disana agar selalu menaati peraturan. Pekerjaannya yaitu berkeliling sambil membersihkan sekitar rumah, menyingkirkan salju salju yang menumpuk di jalanan, membuang koran-koran yang bergeletakan di pekarangan rumah-rumah warga, memilah sampah-sampah berdasarkan jenisnya, termasuk memarahi orang luar yang seenaknya masuk ke dalam lingkungan cluster tanpa membawa tanda izin untuk memasuki cluster tersebut.
Otto memang dikenal sebagai pria yang suka marah-marah, bermulut pedas dengan ekspresi wajah yang selalu mengerutkan kening sehingga terkadang membuat orang lain takut kepadanya. Akan tetapi sebenarnya otto memiliki hati yang baik. Tingkahnya yang pemarah tersebut disebabkan karena dia kehilangan istrinya, sosoknya yang sangat dicintai olehnya yang membuat Otto seringkali merasa depresi hingga beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.
![]() |
| Percobaan Otto Mengakhiri Hidupnya |
Kedatangan Jimmy & Marisol yang Mewarnai Kembali Hidup Otto
Akan tetapi
seluruh percobaan bunuh dirinya gagal dikarenakan selalu ada hal-hal yang
mendistraksi kegiatannya salah satunya adalah saat kedatangan tetangga baru
Otto. Sebuah keluarga kecil dengan sang kepala keluarga yang bernama Jimmy dan
Marisol adalah istrinya. Kedatangan keluarga tersebut perlahan-lahan mampu
mengubah hidup Otto.
Otto banyak belajar dari keluarga tersebut bahwa kita harus tetap bertahan hidup, meskipun dikelilingi oleh orang-orang bodoh. Iya, Otto menganggap semua orang di sekitarnya adalah orang-orang bodoh karena trauma di masa lalu yang menyebabkan istrinya kehilangan nyawa. Kemudian tidak hanya Jimmy dan Marisol tetapi juga banyak orang-orang di sekitar Otto yang bersikap baik kepada Otto meskipun Otto sendiri sering bersikap keras pada mereka. Malcolm, Anita, anak-anak dari Jimmy dan Marisol, mereka semua perlahan-lahan mulai menyadarkan Otto akan pentingnya untuk tetap bertahan hidup.
![]() |
| Jimmy & Marisol Memberikan Kue Kepada Otto Untuk Pertama Kali |
Inti Cerita yang Simpel namun Penuh Makna
Sebenernya
inti dari cerita ini itu sangat simple. Dimana Otto yang tadinya berniat untuk
mengakhiri hidupnya mengurungkan niatnya karena satu dan lain hal sebagainya.
Jadi aku merasa alur lainnya itu adalah alur pelengkap, yang tanpa cerita
cerita tersebut, cerita dari Otto sendiri akan menjadi hambar dan datar. Disini
kita dibawa untuk fokus kepada hal hal yang membuat Otto mengurungkan niat
bunuh dirinya dan juga kisah kilas balik Otto dan Sonya (istrinya) pada saat
Sonya masih hidup.
![]() |
| Otto dan Sonya saat masih muda sedang berkencan |
Akting Tom Hanks dan Truman Theodore sebagai Otto Tua vs Otto Muda
Akting dari Tom Hanks sebagai Otto tidak usah diragukan. Dari mulai perangai, tingkah laku, kekikukan seorang otto sampai dengan mimik wajah berhasil diperankan dengan sangatt baik oleh Tom Hanks. Otto muda yang punya kepribadian datar, dan lempeng juga menurutku cocok cocok saja diperankan oleh Truman Theodore. Akan tetapi memang beberapa kali ekspresi dari Truman terlalu lempeng, sampai-sampai saat scene Sonya sakit dan meninggal dunia, yang seharusnya bisa menjadi salah satu scene paling sedih dan menyayat hati, jadi biasa saja akibat aku tidak merasakan emosi yang keluar dari diri Otto pada scene itu.
![]() |
| Tom Hanks dan Truman Theodore |
Recommended atau nggak sih film ini?
Sejauh ini menurutku film ini cukup recommended buat kamu yang mencari-cari film barat yang ringan dan tidak ada adegan "macem-macem"nya, karena film ini benar-benar hanya membahas kehidupan dari seorang kakek tua bernama Otto hingga akhir hayatnya. Tidak seperti film Pesan yang disampaikan di film ini juga tersampaikan dengan sangat baik, dimana di dalam hidup meskipun kita merasa kita sudah kehilangan segalanya, kehilangan harapan, tetapi kita tetap tidak boleh menyerah dan harus tetap berjuang sampai dengan saat dimana waktu kita habis oleh takdir dan kembali kepada Sang Pencipta. Overall rating dari aku mengenai film ini 8/10.
Apa sih pesan moral dari film "A Man Called Otto"?
Belajar
dari film A Man Called Otto, teman-teman pembaca Matchavelvet Diary, aku ingin
menyampaikan sesuatu pada kalian. Seberat apapun masalah yang sedang kalian
hadapi, serumit apapun kondisi kalian, sesakit apapun perasaan kalian ketika
ditinggalkan orang yang kalian sayangi, kalian harus tetap bertahan hidup.
Kalian tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin saat ini kalian
merasa tidak bahagia, dan itu wajar, semua orang pernah berada di fase sedang
merasa tidak bahagia. Tapi yakinlah, di masa depan kalian akan merasakan
kebahagiaan lagi. Kalian akan dikelilingi oleh orang-orang baik yang akan
selalu mendukung kalian, menyayangi kalian, dan aku yakin kalian akan bisa
kembali tersenyum di masa depan. Jadi, tetap semangat ya! Fighting!!







Komentar
Posting Komentar