Review Film How to Make Millions Before Grandma Dies - Sangat menyentuh hati!!!
Menceritakan tentang seorang nenek yang berlatar belakang di Thailand. Nenek tersebut biasa dipanggil “Amah” dan memiliki 3 orang anak yang bernama Kiang (laki-laki), Chew (Perempuan), dan Soei (Laki-laki). Kiang merupakan anak pertama yang sudah memiliki keluarga, anak dari Kiang bernama Rainbow, dan Kiang serta keluarganya termasuk ke golongan keluarga yang mampu. Chew yang merupakan anak kedua juga sudah berkeluarga dan memiliki anak laki-laki yang bernama M, yang sehari-hari nya bekerja menjadi streamer game pemula, bahkan dia putus sekolah untuk menjalani hobi dan pekerjaannya menjadi streamer game. Soei merupakan anak bungsu dan dia masih bujang serta tidak memiliki pekerjaan tetap. Ketiga anak dari Amah ini sudah berpisah dengan Amah dan tidak lagi tinggal dalam satu rumah dengan Amah sehingga Amah ini hanya sendirian saja dirumahnya.
Suatu hari, disaat M sedang bermain game, ibunya (Chew) datang dan menegur M dan berbicara tentang masalah keluarga dengan M, termasuk disitu mempertanyakan kapan M akan mencari pekerjaan tetap. Dikarenakan pekerjaan yang sekarang sedang M jalani itu hanya menjadi streamer game dan itu tidak menghasilkan apa-apa. Kemudian disaat Chew sedang mengobrol dengan M, Chew pun menyampaikan berita duka bahwa ternyata Amah baru saja dari rumah sakit dan di diagnosa menderita penyakit kanker usus. Mendengar kabar tersebut, M pun memiliki keinginan untuk datang dan merawat Amah. Akan tetapi rupanya keinginan tersebut bukan semata-mata karena tulus melainkan karena M menginginkan warisan dari Amah.
Cerita pun berlangsung dengan dramatis. Dimana sempat terjadi perebutan kuasa untuk merawat Amah di antara M dan Kiang, dikarenakan Kiang juga menginginkan warisan yang sama. Kemudian juga terdapat konflik yang berkaitan dengan Soei yang masih menganggur serta hidup dengan ketidakjelasan. Akan tetapi, setelah beberapa waktu bersama merawat Amah di rumahnya, perlahan-lahan M mulai merasa sayang dengan Amah dan keinginan untuk mendapatkan warisan tersebut perlahan menghilang dan mulai digantikan dengan perasaan tulus untuk melindungi neneknya itu. Ditambah lagi, M memiliki sepupu bernama Mui yang sehari-harinya merawat kakeknya yang sedang sakit. Mui mengajarkan kepada M arti dari kasih sayang dan juga ketulusan terhadap kakeknya yang membuat M sadar bahwa dia menyayangi Amah, dan berjanji akan selalu merawat Amah selama masa hidupnya Amah yang di diagnosa dokter tinggal satu tahun lagi.
Beberapa waktu telah berlalu, dan akhirnya Amah meninggal dunia. Pada akhirnya, M tidak perlu lagi memperdebatkan masalah warisan lagi karena M sudah tidak mementingkan mengenai hal itu. Akan tetapi ternyata ketika Amah meninggal dunia, M dapat kabar bahwa selama masa hidupnya Amah, sampai dengan Amah meninggal dunia, Amah selalu memberikan tabungan kepada M sebagai pegangan untuk M di masa depan kelak di bank. Tanpa pikir panjang, M langsung mengambil seluruh tabungan tersebut dan dipersembahkan untuk pembelian tanah makam yang luas untuk Amahnya dikarenakan Amah ingin memiliki makam yang besar. Tradisi dari keluarga keturunan tionghoa mengenai tanah makam, dimana semakin besar tanah makam yang dimiliki, maka semakin tinggi derajat orang tersebut. Amah ingin memiliki tanah makam yang besar karena beliau ingin orang-orang dapat menghormati anak-anaknya kelak ketika beliau meninggal, dan anak-anaknya mendapatkan derajat yang tinggi, dan ternyata keinginan tersebut dapat terwujud.
Menurutku dari segi cerita, film ini tergolong film yang ringan. Dimana tidak
banyak effort yang kita keluarkan untuk memikirkan mengenai alur dan konflik
serta pemecahan konflik dari film ini. Jadi film ini cocok ditonton apabila
kalian ingin sekedar healing atau bersantai. Selain itu juga dikarenakan film
ini bertemakan keluarga, maka aman bagi kalian apabila kalian ingin menonton
film ini bersama keluarga kalian. Dari segi humor, seperti film Thailand pada
umumnya yang selalu diselipkan humor-humor receh namun mampu mengocok isi perut
kalian, sehingga ketika kalian menonton ini, kalian akan merasa lucu dengan
humor-humor yang disajikan. Untuk alur yang digambarkan cukup apik dan dikemas
dengan singkat padat dan jelas sehingga tidak bertele-tele di dalam
penyajiannya. Kemudian untuk penokohannya, sebenarnya disini dapat disimpulkan
bahwa keluarga dari Amah tidak seluruh nya berasal dari keluarga yang mampu.
Bahkan disini digambarkan hanya Kiang saja lah yang berhasil menaikkan derajat
ekonomi mereka. Untuk Soei dan M sendiri bahkan tidak memiliki pekerjaan tetap,
sehingga selama film ini berlangsung kita hanya akan terus melihat mereka
berada di rumah tanpa ada pekerjaan yang dilakukan, padahal Amah sendiri
berharap bahwa sebelum Amah meninggal, setidaknya Soei dan M ini sudah memiliki
pekerjaan tetap, dan itu belum dapat dikabulkan oleh keduanya, bahkan sampai
dengan ketika Amah meninggal dunia. Tidak dijelaskan juga apakah nanti nya
mereka akan memiliki pekerjaan tetap setelah Amah meninggal dunia dan cenderung
memang hanya mengandalkan warisan dari Amah saja, sehingga menurutku ini
menjadi sedikit ‘hole’ di dalam film ini, namun itu tidak terlalu mempengaruhi
isi ceritanya.
Kemudian untuk latar tempat yang berlatar belakang di Thailand, jujur aku sama sekali belum pernah menonton film Thailand, dan bisa dibilang sangat jauh dari kebudayaan Thailand. Jadi aku tidak akan berkomentar banyak mengenai tempat dan budaya-budaya disana yang disajikan dalam film ini. Untuk akting dari para aktornya juga menurutku bagus-bagus saja, dan worth lah untuk dilihat walaupun memang beberapa kali masih terdapat ke kakuan pada akting dari aktor yang memerankan M sebagai tokoh utama, tetapi hal tersebut juga tidak berpengaruh besar.
Film ini mampu menyentuh hati penontonnya melewati drama-drama yang terjadi dengan bertemakan kekeluargaan. Kamu bisa merasakan hangatnya hubungan antara M dengan Amah, ataupun emosi dan kesal saat melihat adegan perebutan warisan yang menurutku terdapat tokoh yang sangat egois disini, perasaan sedih ketika melihat perjuangan Amah melawan penyakit kankernya serta melihat ketulusan M merawat Amah, dan di akhir film perasaanmu akan kembali hangat melihat keluarga tersebut perlahan-lahan mulai berubah menjadi lebih tulus dan menyayangi sesama semenjak Amah meninggal dunia. Overall menurutku film ini mendapatkan nilai 9/10, yang mana aku merekomendasikan film ini untuk kalian tonton.
Ost Film How To Make Millions Before Grandma Dies berjudul Ever Forever :




Komentar
Posting Komentar