Review Live Action Tonari no Kaibutsu-kun - My Little Monster (2018) : Kisah Cinta Antara Murid Bandel dan Murid Teladan
Buat kalian yang pengen nonton film jepang bergenre komedi romansa ala-ala anak SMA yang gemesin, kalian bisa nonton film yang berjudul My Little Monster ini loh! Sebenarnya film ini merupakan adaptasi live action dari anime yang berjudul Tonari no Kaibutsu-Kun atau dalam bahasa inggrisnya My Little Monster. Film kali ini agak berbeda dengan film-film yang sudah pernah aku review seperti film A Man Called Otto, karena di film ini topiknya tidak seserius film-film sebelumnya. My Little Monster membawa kita untuk enjoy dan juga bernostalgia masa-masa cinta monyet saat SMA.
Trailer Live Action My Little Monster
Shizuku & Haru - Dua Insan dengan Kepribadian yang Berbeda 90°
Sebuah live
action dari anime Tonari no Kaibutsu-kun yang tayang pada tahun 2018 yang
diperankan oleh Suda Masaki sebagai Yoshida Haru dan Tao Tsuchiya sebagai
Mizutani Shizuku. Bermula dari seorang gadis bernama Shizuku yang memiliki
kepribadian dingin, cuek, dan tidak pernah menunjukkan emosi apapun kepada
orang lain. Akan tetapi Shizuku memiliki otak yang cemerlang. Shizuku tidak pernah
mau ikut campur pada urusan orang lain dan selalu memilih untuk tidak terlibat
dengan hubungan apapun dengan orang lain. Selalu menyendiri dan hanya
memikirkan bagaimana caranya supaya dia bisa menjadi siswa paling pintar di
sekolahnya. Yang dia lakukan hanya belajar belajar dan belajar.
| Shizuku yang hobi belajar |
Berkebalikan
dengan Shizuku, Haru, seorang siswa yang bandel, suka berkelahi dan suka
membolos sekolah. Semua orang takut pada Haru karena perangainya yang beringas
dan wajahnya yang menakutkan, ditambah dandanannya yang selalu serampangan.
Semua orang menjauhi Haru karena tidak ingin dapat masalah dengan Haru.
| Haru yang suka berkelahi |
Awal Mula Perkenalan Shizuku dan Haru
Shizuku
pada awalnya tidak mengenal Haru. Tetapi pada suatu hari, karena tempat duduk
Shizuku di kelas berada di sebelah tempat duduk Haru, dan pada saat itu Haru
tidak pernah masuk sekolah, gurunya akhirnya meminta tolong kepada Shizuku
untuk mengantarkan catatan pelajaran kepada Haru sambil berusaha untuk membujuk
Haru kembali bersekolah. Shizuku yang tidak dapat menolak permintaan gurunya
akhirnya mau tidak mau pergi ke rumah Haru untuk mengantarkan catatan pelajaran
dan berusaha untuk membujuk Haru untuk kembali bersekolah.
| Seorang guru meminta Shizuku untuk mengantarkan catatan pelajaran kepada Haru |
Sesampainya di rumah Haru, dia hanya bertemu dengan Mitsuyoshi atau Micchan, sepupu dari Haru. Ternyata selama ini Haru tinggal bersama dengan Micchan. Shizuku pun berbicara kepada Micchan bahwa gurunya menyuruh Haru untuk masuk ke sekolah dan menyampaikan catatan pelajaran untuk diberikan kepada Haru. Singkat cerita, akhirnya Haru tau bahwa ada seorang murid perempuan yang berusaha membujuknya untuk pergi ke sekolah dan dia pun mencegat Shizuku di depan gerbang sekolah. Pada awalnya, Haru menyangka bahwa Shizuku adalah utusan sekolah yang diperintah oleh guru untuk menyuruhnya pergi ke sekolah dan membuatnya dimarahi guru. Tetapi Shizuku menjelaskan bahwa dia hanya ingin mengantarkan catatan pelajaran kepada Haru yang sudah lama tidak masuk sekolah. Haru yang tertegun mendengar cerita Shizuku akhirnya menyimpulkan bahwa Shizuku adalah orang baik. Dari situ akhirnya mereka saling mengenal dan hubungan di antara keduanya mulai bertumbuh yang dimulai dari hubungan pertemanan.
| Haru sedang mencegat Shizuku di gerbang sekolah |
Sikap Keduanya Dipengaruhi oleh Masa Lalu dan Keluarga
Dibalik
garangnya kepribadian Haru, tersimpan sebuah pribadi yang rapuh. Haru terlahir
di sebuah keluarga kaya raya, sebagai anak bungsu, dan ayahnya sangat
menganakemaskan Haru. Ayahnya menginginkan Haru sebagai penerusnya di masa
depan karena Haru memiliki otak yang cerdas. Kakak Haru, Yuzan, merasa iri
kepada adiknya. Selama ini Yuzan dan Haru merupakan sepasang adik kakak yang
akur, bahkan mereka saling menjadi rumah satu sama lain. Akan tetapi ketika
tahu bahwa Haru lebih disayangi oleh ayahnya, mulai timbul kecemburuan di hati
Yuzan yang perlahan menciptakan jarak di antara keduanya. Sadar akan Yuzan yang
mulai memusuhi Haru membuat Haru akhirnya tidak ingin di anakemaskan lagi oleh
ayahnya dan akhirnya Haru pun kabur dari rumah. Haru juga selalu menghindar
setiap Yuzan ingin bertemu dengan Haru.
| Permasalahan Antara Haru dan Kakaknya saat kecil |
Shizuku
merupakan anak perempuan biasa. Dibalik sikap dingin dan cueknya ternyata
merupakan sosok gadis yang kesepian. Dia hanya tinggal bertiga dengan ayah dan
adik laki-laki nya. Ibunya sangat sibuk bekerja dan tidak pernah pulang ke
rumah. Hal itu membuat Shizuku mulai terbiasa dengan rasa sepi, dan mulai
merasakan bahwa kesepian adalah bagian dari hidupnya, sehingga merubah
kepribadian Shizuku menjadi sosok yang acuh dan tidak memperdulikan sekitarnya.
| Shizuku kecil yang kesepian karena ibunya sibuk bekerja |
Pertemuan
antara Haru dan Shizuku akhirnya perlahan mulai menemukan kecocokan. Dimana
mereka saling merasa bahwa mereka senasib dan saling membutuhkan. Dari situlah
akhirnya Shizuku tidak lagi merasa kesepian karena ditemani oleh Haru, dan Haru
juga yang tadinya merasa bahwa semua orang takut padanya, dengan hadirnya
Shizuku sebagai siswa pertama yang tidak takut padanya, Haru bisa merasakan
bahwa dia mempunyai teman.
| Interaksi Manis antara Shizuku dan Haru |
Manisnya Kisah Cinta Anak SMA
Kisah percintaan remaja yang berlatarbelakang di sekolah memang sering kali membuat kita jadi flashback ke masa lalu. Dimana pada saat-saat SMA itu kita banyak bertemu dengan teman-teman, belajar bersama, melakukan aktivitas bersama, termasuk mengalami yang namanya jatuh cinta. Terasa manis dan juga mendebarkan, apalagi buat kita yang baru pertama kali merasakan hal itu. Kisah cinta dari film My Little Monster ini juga menurutku sebuah kisah cinta yang manis. Ditambah dengan perlakuan menggemaskan Haru yang overprotektif terhadap Shizuku dengan caranya yang juga menggemaskan. Akan tetapi bukan tidak mungkin bagi mereka untuk mengalami konflik. Ada sekali dua kali mereka bertengkar, bahkan terdapat pertengkaran hebat di antara keduanya. Akan tetapi pada akhirnya mereka berbaikan.
| Pertengkaran antara Haru dan Shizuku |
Anggap lah
disini aku belum menonton animenya. Sebenernya aku udah pernah nonton tapi aku
lupa endingnya gimana, tapi itu akan aku bahas terpisah dari review ini.
Sekarang aku hanya akan membahas live action ini as a film dan aku tidak akan
menyangkut pautkan dengan animenya.
Pada bagian konflik antara Shizuku dan Haru ini menurutku klimaksnya sudah sangat baik. Alurnya digambarkan secara rinci dari penyebabnya sampai dengan ketika adegan perseteruan antara Shizuku dan Haru. Disusul dengan adegan menghilangnya Haru dan Shizuku yang kesepian Haru pergi. Itu udah sangat bagus. Menjelang akhir, itu aku masih bisa bilang bagus, karena Shizuku berjumpa lagi dengan Haru setelah sekian lama dan perjumpaan tersebut juga tidak disangka-sangka. Sampai bagian dimana mereka mengobrol, Haru menjelaskan alasannya menghilang, dan menurutku penjelasan Haru ini malah out of topic gitu, dia bukannya menjelaskan kenapa dia tiba-tiba pergi, dan berbicara mengenai kesalahan yang lalu antara keduanya malah Haru membicarakan mengenai keinginannya di masa depan. Memang benar sebelum ini Haru pernah ngomong ke Shizuku tentang keinginannya di masa depan, tapi menurutku seharusnya di saat mereka bertemu lagi setelah sekian lama, bukan itu yang harus diobrolin. Harusnya mereka membicarakan solusi atas masalah di antara mereka berdua tetapi ternyata tidak dan itu agak membuatku kurang puas. Di akhiri dengan Shizuku yang bilang ke Haru "aku kangen kamu" kemudian film ini berakhir, kayak... Loh terus udah nih mereka baikan tanpa ada menyinggung kesalahpahaman mereka yang dulu? Jadinya ini mereka kayak seakan-akan melupakan aja masalah yang udah berlalu dan gak berusaha untuk meluruskan? Aku ngeliat endingnya agak agak ngeganjel jadinya.
Memang
kisah cinta disini mampu ngebuat kita jadi senyum-senyum sendiri. Menurutku
kisah cinta dari film ini memiliki rating 8/10 karena aku benar-benar
terhipnotis dengan manisnya cerita cinta mereka.
Konflik yang
di angkat pada film ini tidak hanya seputar percintaan saja. Tetapi juga
konflik keluarga Haru, sedikit konflik antara Shizuku dengan ibunya, dan juga
terdapat konflik pertemanan antara Natsume dan Shizuku, yang berawal dari
permintaan Natsume untuk di ajari pelajaran oleh Shizuku menjelang ujian, akan
tetapi Shizuku mengabaikan Natsume. Dari situ Natsume yang tidak menyerah untuk
mendekati Shizuku akhirnya berhasil berteman dengan Shizuku. Untuk kisah
persahabatan dari anime ini mendapatkan rating 7/10, menurutku disini terdapat
beberapa alur yang kurang pas aja, seperti pada saat Natsume ditolak oleh
Shizuku, setelah itu tiba-tiba hanya karena Natsume berhasil berteman dengan
Haru, bisa membuat Natsume akhirnya juga bisa berteman dengan Shizuku. Lalu juga
konflik pertemanan Haru dengan tiga orang siswa yang tadinya berawal dari Haru
yang dimanfaatkan oleh mereka dan sering dimintai uang.
Tetapi
seharusnya kan fokus utama antara Shizuku dan Haru itu ya tentang konflik itu.
Ini kenapa malah cenderung tidak ada pelurusan kesalah pahaman dan konflik
hanya selesai dengan pernyataan bahwa kedua-duanya saling merindukan dan mereka
bahagia bertemu lagi setelah sekian lama π
Awal Mula Pertemanan Natsume, Haru dan Shizuku
Untuk alur
sendiri, kalau boleh jujur aku hanya memberikan nilai 5/10, dan penilaian ini jatuh
disebabkan oleh ketidakpuasan ku terhadap ending. Untuk akting antar aktornya
menurutku juga masih beberapa kali sedikit kurang pas. Akting yang menurutku
better (selain Tao Tsuchiya) itu malahan akting dari Mokomichi Hayami yang
memerankan Micchan. Sedangkan yang lainnya, kurang mendalami. Suda Masaki
ketika memerankan Haru saat sedang sedih, saat sedang marah kurang menjiwai.
Tapi dia cocok banget ketika adegan Haru yang ternyata memiliki sifat
kekanakan. Akting Tao Tsuchiya disini aku akuin bagus. Dia bisa memerankan
Shizuku yang dingin dan tanpa emosi. Aku suka banget pokoknya.
Keseluruhan
review dari film ini menurutku 6,5/10. Next nya mungkin aku akan menonton ulang
anime nya karena kelemahanku itu aku gampang pelupa kalau nggak aku review,
kemudian aku akan membandingkan antara anime dan live actionnya. Ini kalo
kalian mau nonton, lagi pengen nonton film romance anak SMA yang bikin gemes
dan senyum-senyum sendiri silahkan tonton, karena poin plus dari film ini menurutku cuma
itu aja. Oke jadi sekian dulu review dari aku mengenai Live Action Tonari no Kaibutsu-kun atau My Little Monster. Sampai jumpa di next review, babaaayy!! πΊπΊMizutani Shizuku yang Diperankan oleh Tao Tsuchiya



Komentar
Posting Komentar